Rabu, 08 Februari 2017

Sejarah Mesjid Al-A'la Jatuh (Barabai-Kalimantan Selatan)

Di sini saya akan menceritakan sejarah singkat Masjid Al-ala Jatuh yang berumur lebih dari 300 tahun yang berada di Desa Jatuh  Kecamatan Pandawan, Barabai-Kalimantan Selatan.. semoga bermanfaat yang tidak tahu menjadi tahu..hehehee....

Barabai-Salah satu tempat wisata religi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang menarik adalah Mesjid Jatuh. Mesjid ini ditengarai sudah berusia sekitar 300 tahun lebih.


Pada beberapa hari-hari besar keagamaan atau di bulan-bulan tertentu, Mesjid ini memang seringkali di datangi oleh banyak sekali orang. Tidak hanya karena usianya, namun juga memiliki sejarah yang kuat yang berkaitan dengan masuknya agama islam di Kalimantan Selatan.

Selain itu juga, Mesjid ini memiliki arti yang sangat penting bagi seluruh warga yang ada di desa tersebut. Konon pada 300 tahun silam, ada seorang ulama besar bernama Said Muhammad Yusuf atau yang bergelar Haji Batu datang ke desa Jatuh dengan membawa dua helai panji yang terbuat dari kain berwarna kuning dan bertuliskan lafadz Arab, Panji itu merupakan salah satu amanah yang di berikan oleh pihak kerajaan Arab untuk di letakkan pada sebuah tanah tertinggi di Desa Jatuh dan ditanah itu pula disuruh untuk nantinya dibuat Masjid yakni Mesjid Jatuh yang saat ini masih kokoh berdiri.

Setelah Masjid berhasil dibangun, Said Muhammad Yusuf kemudian berdakwah dan menyebarkan agama islam bagi penduduk setempat dan sekitarnya. Hingga saat ini, ketika Ramadhan tiba, Mesjid ini selalu ramai dikunjungi oleh berbagai warga muslim yang datang dari berbagai daerah. Tidak hanya dari penduduk sekitar namun juga dari berbagai kabupaten lain datang kesana.

Panji keislaman yang sudah berumur ratusan tahun dan berisikan pesan ketauhidan..
 

  Wassalam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar